Rumah Pedesaan masih Menggunakan Kaso dan Reng Bambu

Kaso dan Reng Bambu - Rumah masyarakat di pedesaan atau rumah masyarakat kampung di pinggiran kota masih banyak dan masih umum menggunakan kaso dan reng bambu. Sebenarnya kaso dan reng bambu apabila mengetahui cara mengolahnya sebelum digunakan, kaso dan reng bambu bisa memiliki kekuatan dan bisa bertahan hingga puluhan tahun. Hal tersebut terbukti banyak rumah yang usianya lebih dari 20 tahun menggunakan kaso dan reng bambu untuk rangka atapnya.


Rumah Pedesaan Menggunakan Kaso dan Reng Bambu

Penggunaan kaso dan reng bambu untuk rumah masyarakat di perkotaan tampaknya sudah tidak ada, bahkan pada saat ini sudah pada beralih menggunakan rangka atap baja ringan. Hal tersebut bisa dimalkumi mungkin ada perasaan malu kalau menggunakan bambu, atau karena tidak umum dan tidak lajim digunakan.

Cara yang dilakukan masyarakat pedesaan agar kaso dan reng bambu dapat bertahan hingga puluhan tahun, caranya adalah dengan merendam bambu selama minimal 6 bulan di dalam lumpur kolam atau sawah. Reng bambu bukan dibuat setelah bambu gelondongan direndam, tapi dibuat terlebih dahulu dengan ukuran reng yang dikehendaki, misalnya dengan ukuran lebar reng 3 Cm atau 4 Cm lalu kemudian direndam bersama-sama dengan kaso bambu. Kaso bambu yang akan digunakan sebaiknya maksimum 6 meter dari pangkal bawah batang bambu. Bambu yang akan digunakan untuk kaso adalah bambu tali yang dengan rata-rata berdiameter 7 Cm.

Cara-cara masyarakat pedesaan dalam membangun rumah menggunakan kaso dan reng bambu biayanya pasti lebih murah dari pada menggunakan kayu. Mereka sudah lajim dan umum menggunakan bahan material lokal yang tentunya harganya jauh lebih murah dari bahan-bahan material yang dijual di toko material.

Itulah sekilas tentang kebiasaan masyarakat pedesaan yang masih terbiasa dan lajim menggunakan kaso dan reng bambu untuk rangka atap rumah mereka. Semoga bermanfaat!



Entri Populer